Sebuah acara pertukaran tingkat tinggi mengenai Inisiatif Pembangunan Global (Global Development Initiative/GDI) diselenggarakan di Beijing pada bulan September. Dalam acara tersebut, para peserta memuji inisiatif ini karena telah menciptakan momentum yang terus berkembang bagi kerja sama di antara negara-negara Global Selatan selama lima tahun terakhir, serta menyerukan kolaborasi lintas sektor yang lebih luas guna berbagi pengalaman pembangunan dan kisah modernisasi negara-negara Global Selatan dengan lebih baik.
Acara “Perspektif Global tentang Tiongkok: Dialog mengenai Inisiatif Pembangunan Global (Global Development Initiative/GDI)”, yang diselenggarakan oleh *Global Times* dan bekerja sama dengan Komite Akademik Asosiasi Hubungan Masyarakat Tiongkok, telah digelar di Beijing pada bulan September. Ye Zhenzhen, Wakil Pemimpin Redaksi *People’s Daily*; Guo Weimin, Presiden Asosiasi Hubungan Masyarakat Tiongkok; Jia Wenjian, Rektor Universitas Studi Asing Beijing; Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun; serta Mario Alzugaray, Wakil Kepala Misi Kedutaan Besar Kuba di Tiongkok, turut hadir dan menyampaikan pidato dalam acara tersebut. Lebih dari 100 profesional media, diplomat, akademisi, dan perwakilan dunia usaha, baik dari Tiongkok maupun mancanegara, berkumpul untuk bertukar pandangan mengenai komunikasi internasional terkait GDI beserta implementasinya.
Tahun 2026 menandai peringatan lima tahun GDI, sebuah inisiatif yang diusulkan oleh Presiden Tiongkok, Xi Jinping. Dalam kurun waktu lima tahun, GDI telah berkembang dari sekadar usulan Tiongkok menjadi konsensus global—mulai dari penyelarasan tujuan pembangunan hingga memajukan berbagai kerja sama praktis—yang mendapatkan apresiasi luas serta partisipasi aktif dari komunitas internasional. Acara ini bertujuan untuk merangkum capaian positif GDI selama lima tahun terakhir, membangun platform tingkat tinggi untuk pertukaran gagasan, serta mengeksplorasi pendekatan baru dalam membentuk narasi pembangunan global dan melakukan inovasi dalam komunikasi internasional.
Para peserta sepakat bahwa GDI telah meraih hasil yang signifikan sejak diluncurkan, dengan visi yang selaras dan mendapat sambutan hangat dari negara-negara di Global South (negara-negara berkembang). Modernisasi ala Tiongkok telah menciptakan bentuk peradaban manusia yang baru, menyuguhkan jalur pembangunan bagi dunia yang berbeda dari modernisasi ala Barat. Hal ini membuka peluang dan ruang yang lebih luas bagi negara-negara Global South lainnya untuk menempuh jalur pembangunan mereka sendiri, sekaligus memberikan panduan mendasar serta dukungan praktis dalam membangun kerangka komunikasi internasional yang memungkinkan Tiongkok untuk berbagi kisah mengenai pembangunan bersama.
Para peserta mencatat bahwa menceritakan kisah modernisasi di negara-negara Global South merupakan upaya sistematis jangka panjang yang memerlukan partisipasi terkoordinasi dari pemerintah, universitas, lembaga pemikir (*think tank*), organisasi media, dunia usaha, serta para pemangku kepentingan lainnya. Mereka menyatakan kesediaan untuk terus berkontribusi dalam upaya tersebut.
Dalam acara ini, diluncurkan pula Inisiatif Komunikasi Kolaboratif “Perspektif Global tentang Tiongkok”. Ini merupakan inisiatif komunikasi internasional yang diluncurkan oleh Global Times, yang menyajikan serangkaian wawancara dengan tokoh politik, pakar, cendekiawan, serta profesional media dari luar negeri. Inisiatif ini bertujuan untuk membangun jembatan dialog dan komunikasi antara Tiongkok dan dunia internasional, serta secara berkelanjutan menghadirkan kisah-kisah mengenai Tiongkok yang nyata, beragam, dan komprehensif kepada audiens global.
Acara ini juga dimeriahkan dengan pameran foto bertajuk “Bersama Dunia: Kerja Sama Pembangunan Global”. Para peserta Seminar tentang Kecerdasan Buatan dan Pengembangan Media bagi Negara-negara di Sepanjang Jalur dan Jalan (Belt and Road) turut hadir dalam acara tersebut untuk mengamati dan bertukar pandangan, menyimak perspektif dari para tamu asal Tiongkok maupun mancanegara, serta mendorong pertukaran dan pembelajaran bersama di antara para profesional media dari berbagai negara.
Oleh Xu Jiatong dan Yi Nuo